CTRL Kemas Kisah Julian dan Rebecca dalam Album Debut “Townie Romance”
CTRL resmi memperkenalkan album debut mereka bertajuk “Townie Romance” dalam 8 track.

CTRL resmi memperkenalkan album debut mereka bertajuk “Townie Romance” dalam 8 track. Album ini berangkat dari karakter bernama Julian, yang menceritakan kisahnya bersama Rebecca, seseorang yang hadir tidak disengaja, namun meninggalkan luka yang begitu dalam. Melalui pendekatan storytelling yang kuat, CTRL membawa pendengar masuk ke dalam perjalanan emosional Julian.
Kisah “Townie Romance” dimulai dari pertemuan yang tidak disengaja, menjadi kedekatan yang hangat, hingga akhirnya berujung pada kehilangan yang datang tanpa peringatan. Tanpa perpisahan, tanpa penjelasan, hanya menyisakan ruang kosong yang terus hidup dalam ingatan.
Tidak hanya berhenti pada kisah kehilangan, “Townie Romance” juga mengambarkan fase di antara merindukan dan melepaskan, sebuah ruang abu-abu yang sering kali sulit dijelaskan, namun menembus hati. Dengan nuansa personal dan lirik yang reflektif, CTRL menghadirkan album debut yang membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan bagian dari diri mereka sendiri di dalamnya. Seperti pesan yang tersirat dalam cerita Julian, setiap orang mungkin pernah berada di titik yang sama, mencoba memahami kehilangan, sambil perlahan belajar untuk merelakan.
Artikel Terkait

Ilkom Untidar Suguhkan Ruang Kreatif dan Pameran Karya melalui Acara Commsibiton 2026
Skena Kreatif kembali memanas di Universitas Tidar Magelang. Sepanjang tanggal 11 hingga 19 Juni 2026 prodi Ilmu Komunikasi mengadakan acara bertajuk Commsibition 2026.

Keroncong di Tengah Kota: Magelang Tempo Doeloe Hidupkan Musik Masa Lampau
Di tengah dominasi musik digital dan tren yang silih berganti di media sosial, musik tempo doeloe ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Hidupkan Kembali Ekosistem Musik Lokal, Magelang Record Store Day (RSD) 2026 Buktikan Rilisan Fisik Musik Masih Tinggi Peminat
Magelang Record Store Day (MRSD) 2026 sukses menjadi ajang yang mempertemukan kolektor, pelaku industri kreatif, dan penikmat musik melalui record market, diskusi, serta pertunjukan seni, sekaligus membuktikan bahwa minat terhadap rilisan fisik dan ekosistem musik lokal Magelang terus tumbuh di tengah era digital.