Hammersonic Festival 2026 Berubah Jadi Private Festival, Penonton Umum Dibatalkan
Kabar mengejutkan datang dari Ravel Junardy selaku CEO Ravel Entertainment yang mengumumkan perubahan konsep pelaksanaan Hammersonic Festival 2026.

CROWDNSURF, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Ravel Junardy selaku CEO Ravel Entertainment yang mengumumkan perubahan konsep pelaksanaan Hammersonic Festival 2026. Festival musik keras terbesar di Indonesia tersebut dipastikan tidak lagi digelar secara terbuka untuk umum, melainkan beralih menjadi acara terbatas dengan sistem undangan khusus.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap berbagai perkembangan yang terjadi menjelang penyelenggaraan acara. Pihak penyelenggara juga memastikan bahwa seluruh tiket yang telah dibeli akan dikembalikan sepenuhnya kepada penonton. Proses pengembalian dana dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat, bersamaan dengan penghentian resmi penjualan tiket.
Meski tidak lagi dapat dihadiri secara luas, Hammersonic Festival 2026 tetap akan berlangsung dengan format baru. Hanya pihak tertentu yang menerima undangan resmi yang dapat hadir secara langsung. Sementara itu, penggemar yang masih ingin berpartisipasi diberi peluang terbatas untuk mendapatkan akses melalui jalur undangan yang disediakan penyelenggara.
Perubahan ini menjadi langkah besar bagi festival yang sejak pertama kali digelar pada 2012 di Jakarta dikenal sebagai ajang berkumpulnya penikmat musik metal dari berbagai daerah, dengan menghadirkan deretan musisi lokal hingga internasional. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai faktor utama di balik perubahan format tersebut, namun penyelenggara menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kualitas dan keberlangsungan acara.
Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar atas dukungan dan pengertian yang diberikan di tengah perubahan yang terjadi.
Artikel Terkait

Hidupkan Kembali Ekosistem Musik Lokal, Magelang Record Store Day (RSD) 2026 Buktikan Rilisan Fisik Musik Masih Tinggi Peminat
Magelang Record Store Day (MRSD) 2026 sukses menjadi ajang yang mempertemukan kolektor, pelaku industri kreatif, dan penikmat musik melalui record market, diskusi, serta pertunjukan seni, sekaligus membuktikan bahwa minat terhadap rilisan fisik dan ekosistem musik lokal Magelang terus tumbuh di tengah era digital.

Saat Media Musik Jadi Boneka Politik
Sejak dulu, media musik selalu menjadi tempat bebas di mana orang bisa berekspresi tanpa campur tangan pemerintah.

Resonansi Rupa: Ruang Baru bagi Kolektif Lokal di Magelang, Kolaborasi Zannetive X Akar Kuas
Band alternative rock asal Magelang, Zannetive, menggelar acara kolaborasi bersama Akar Kuas yang merupakan komunitas seni visual di Magelang.