Ada bau khas dari sebuah ruang latihan musik di kawasan selatan Jakarta saat jarum jam menunjuk pukul sebelas malam: campuran keringat, aroma rokok kretek yang dibiarkan mati di asbak keramik, dan panas menyengat dari tabung amplifier yang bekerja lembur. Di ruangan sempit itu, Sunwich tengah merapikan kabel-kabel jack yang berantakan di lantai berkarpet usang. Tidak ada obrolan besar tentang strategi industri atau target pasar yang muluk. Yang ada hanyalah diskusi alot tentang bagaimana menjaga agar distorsi pada pedalboard terdengar hangat, bukan sekadar bising yang bikin sakit kepala.

Perjalanan band ini tidak pernah diukur dari seberapa cepat mereka melompat ke panggung festival raksasa. Semuanya berakar dari kamar-kamar kos yang pengap, tempat di mana mereka pertama kali merekam ketukan drum sederhana dan merajut melodi gitar mandiri. Ingatan saya langsung melayang pada rilisan awal mereka, "Confused" dan "Enouement" yang dilepas pada tahun 2019. Dua single tersebut merekam dengan jujur bagaimana kebingungan masa muda diterjemahkan lewat lapisan reverb tipis dan vokal yang seolah berbisik di telinga pendengarnya.

Proses kreatif mereka berjalan organik, nyaris tanpa pretensi. Ketika masuk ke fase penggarapan EP bertajuk "Storage" pada tahun 2020, termasuk di dalamnya track "Twenty", dinamika antar-personel mulai menemukan titik didihnya. Di tahun yang sama, mereka juga melepas single "Bye." yang menandai fase pendewasaan sonik. Mereka tidak mencoba menjadi band shoegaze paling bising atau unit dream pop paling manis di kota ini. Mereka memilih jalur tengah: merangkum patah hati harian ke dalam aransemen gitar yang berputar-putar di kepala.

Titik balik itu kian nyata ketika mereka merampungkan materi untuk album penuh yang melahirkan nomor-nomor matang seperti "Don't Get to Know Me Too Well", lalu berlanjut ke eksplorasi sonik dalam "Mutamycete" dan "The Reason Why". Ada ketulusan yang sulit disembunyikan saat mereka membawakan lagu-lagu tersebut secara live. Penonton tidak datang untuk melakukan moshpit brutal, melainkan berdiri merapat di bibir panggung, mengenakan earphone atau IEM mereka sendiri, lalu bernyanyi pelan bersama lirik-lirik yang merekam keresahan personal.

Sebelum mereka mengunci pintu studio malam itu, gitaris mereka sempat menyetel ulang senar keenam ke drop D, mencoba satu riff baru yang belum punya judul. Tidak ada yang tahu persis ke mana arah angin skena independen tanah air akan membawa mereka tahun depan. Namun, melihat cara mereka merawat setiap nada di ruangan sempit ber-AC mati ini, kita tahu pasti bahwa api kecil itu masih menyala—jauh dari sorot lampu utama, tepat di jantung denyut batin mereka sendiri.


Referensi & Sumber

  1. Sunwich - Confused (Confused - Single)
  2. Sunwich - Don't Get to Know Me Too Well (Apophenia)
  3. Sunwich - Enouement (Enouement - Single)
  4. Sunwich Official Spotify Discography & Release Timeline