Kolaborasi Epic Reality Club dan Phum Viphurit Meriahkan Synchronize Fest 2026
Penggemar festival musik di Indonesia siap menyambut kolaborasi epic antara grup indie-rock asal Jakarta, Reality Club, dengan musisi asal Bangkok, Phum Viphurit

Penggemar festival musik di Indonesia siap menyambut kolaborasi epic antara grup indie-rock asal Jakarta, Reality Club, dengan musisi asal Bangkok, Phum Viphurit, pada Synchronize Fest 2026 yang akan digelar di Gambir Expo Kemayoran Jakarta mulai 16 hingga 18 Maret 2026.
"Ini akan menjadi kolaborasi pertamaku di atas panggung dengan musisi asal Indonesia, aku sangat antusias!" kata Phum melalui keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Kolaborasi ini diawali pada saat Reality Club menjadi band pembuka pertama di konser solo milik Phum yang merupakan bagian dari rangkaian tour Asianya dengan album "Lover Boy" pada 21 Juni 2019 lalu.
Melalui penampilan Reality Club tersebut, Phum menjadi kagum atas penampilan band asal Jakarta tersebut. Terlebih lagi, ia sangat berantusias dan mengagumi penggemar Indonesia yang ekspresif.
Synchronize 2026 ini membawa semangat narasi lokal menuju global melalui berbagai penampilan yang akan digelar, salah satunya adalah kolaborasi epic ini.
Tiket Synchronize Fest 2026 dapat dipesan melalui situs online resmi synchronizefestival.com. Saat ini pemesanan tiket telah memasuki early bird ticket 3 day pass untuk tiga hari pertunjukan yang dibanderol harga Rp450.000. Pembelian tiket ini menjadi wujud partisipasi dalam program Warga Wargi Menanam Mangrove.
Artikel Terkait

CTRL Kemas Kisah Julian dan Rebecca dalam Album Debut “Townie Romance”
CTRL resmi memperkenalkan album debut mereka bertajuk “Townie Romance” dalam 8 track.

FSTVLST gelar sesi dengar album “Paradoks Diametral” di Magelang.
FSTVLST Menggelar sesi dengar album baru mereka “Paradoks Diametral” pada tanggal 20 April 2026. Sesi dengar ini diadakan di Warung Makan Gemati, dengan kuota peserta yang terbatas.

The Changcuters Sukses Tutup Tur UK dengan “Hijrah ke London” di Inggris
Setelah penantian panjang hampir dua dekade, group musik asal Bandung, The Changcuters akhirnya mewujudkan lirik ikonis mereka menjadi kenyataan