Minggu sore kemarin, saya duduk di sebuah kedai kopi langganan sambil memasang earphone ke telinga. Pertanyaan yang sama terus berkelebat di kepala saya, dan entah kenapa juga sering ditanyakan oleh teman-teman saya yang sesama pendengar musik: Sal Priadi kapan keluar album lagi? Pertanyaan klasik yang lazim dilontarkan para penikmat karya ketika seorang musisi telaten meracik bahan di dapur rekaman.
Kalau kita menengok ke belakang, disografi Sal Priadi diisi oleh karya-karya yang dirilis dengan perhitungan matang. Saya masih ingat betul ketika single seperti "Amin Paling Serius" dirilis pada tahun 2019. Lagu itu langsung menempel di kepala banyak orang, diputar di berbagai mobil, kamar kos, hingga sudut-sudut kedai kopi tempat anak band nongkrong.
Lalu, perjalanan berlanjut ke tahun 2022. Sal meluncurkan beberapa materi yang cukup menyita perhatian, di antaranya single berjudul "Kita usahakan rumah itu" serta track santai bertajuk "Mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu". Dua nomor ini memperlihatkan bagaimana cara dia merangkai lirik keseharian tanpa harus terdengar berlebihan. Tak heran jika pendengarnya makin loyal dari hari ke hari.
Tidak berhenti di situ, ritme produktivitasnya berlanjut lewat single "Mencintaimu" pada tahun 2023. Dan puncaknya ketika album penuh bertajuk MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS dirilis pada tahun 2024. Di dalam full-length album tersebut, ada beberapa track yang langsung menjadi favorit pribadi saya, seperti "Ada titik-titik di ujung doa", "I'd like to watch you sleeping", "Gala bunga matahari", dan "Foto kita blur".
Mendengarkan album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS lewat perangkat audio interface di meja kerja saya, terasa betul bagaimana proses mixing dan mastering digarap serius. Aransemen instrumennya matang, vokal khasnya dibiarkan bernapas tanpa terlalu banyak efek reverb yang berlebihan. Ini tipikal album yang enak dinikmati dari track pertama sampai habis.
Jadi, kalau ada yang bertanya kapan Sal Priadi keluar album lagi, jawabannya mungkin sederhana: biarkan dia meraciknya dengan tenang. Toh, album terbarunya di tahun 2024 masih sangat segar untuk diputar berulang-ulang di playlist harian kita. Boro-boro menuntut buru-buru, menikmati karya yang sudah ada saja kadang masih bikin ketagihan. Hehe.
Ya sudahlah. Semoga di tulisan berikutnya ada rilisan lokal yang lebih seru dari ini. Hehe.
