Awal Oktober kemarin, tepatnya tanggal 4 sampai 6 Oktober 2024, area Gambir Expo Kemayoran kembali dipadati oleh puluhan ribu manusia yang hendak berpesta di Synchronize Fest 2024. Saya, sebagai orang yang fisiknya sudah tak lagi muda, sebetulnya agak malas berdesakan di depan panggung utama yang dipenuhi penonton remaja. Boro-boro mau ikut melompat, berdiri tegak selama dua jam saja rasanya pinggang sudah minta ampun. Tapi ya mau bagaimana lagi, pekerjaan menuntut saya untuk tetap hadir dan mengamati pergerakan bising dari dekat. Hehe. Untungnya, festival ini masih menyediakan ruang bagi band-band yang tumbuh dari lantai semen gig lokal yang pengap.

Siasat saya sederhana saja: abaikan panggung besar yang menampilkan kolaborasi pop yang megah itu, lalu melipirlah ke Forest Stage. Di panggung yang dikelilingi pepohonan buatan ini, aroma distorsi dan keringat terasa jauh lebih jujur. Pada hari pertama, Jumat, 4 Oktober 2024, perhatian saya langsung tertuju pada Avhath. Band post-black metal asal Jakarta ini dijadwalkan tampil malam hari saat udara Kemayoran mulai agak sejuk—meski tetap saja membuat kaos saya basah kuyup.

"Kita main agak malam, semoga kalian belum pada habis energinya," ujar Ekrig di sela-sela setlist mereka yang gelap.

Saat Ekrig, sang frontman, mulai berteriak di depan mikrofon, saya tahu keputusan saya tak salah. Avhath menyajikan setlist yang gelap, padat, dan penuh dengan soundscape yang mencekam. Raungan gitar yang dipenuhi efek reverb dan delay berpadu apik dengan ketukan drum yang konstan memacu adrenalin. Penonton di barisan depan mulai membuat lingkaran kecil untuk moshpit, sementara saya memilih berdiri aman di dekat barisan mamang-mamang penjual minuman dingin di bagian belakang. Menonton mereka dalam kegelapan Forest Stage memberi sensasi magis yang intim, sesuatu yang tak akan Anda dapatkan di panggung utama yang terlalu terang benderang itu.

Hari kedua, Sabtu, 5 Oktober 2024, giliran unit stoner rock legendaris asal Bandung, 70 Orgasm Club (70oc), yang membuat saya rela berdiri lebih lama. Band yang digawangi oleh Gribs pada vokal dan gitar ini seolah membawa mesin waktu langsung dari dekade 70-an. Riff gitar mereka yang tebal dan kotor berkat siraman pedal fuzz segera memenuhi udara bebas Kemayoran. Saya sempat mengobrol singkat dengan Daffa, seorang kawan lama yang kebetulan mengurusi rilisan kaset pita mereka beberapa tahun lalu. “Gila, mereka masih seberisik dulu euy,” teriaknya di tengah gemuruh lagu. Saya hanya mengangguk setuju sambil menikmati bassline yang berdenyut kencang di dada.

Puncak kelelahan fisik saya terjadi pada hari ketiga, Minggu, 6 Oktober 2024. Namun, rasa pegal di pinggang mendadak hilang saat giliran Teenage Death Star naik pentas. Band rock n roll ugal-ugalan asal Bandung ini memang tak pernah gagal menyajikan kekacauan yang menyenangkan. Sir Dandy, Alvin, dan kawan-kawan tampil tanpa beban, seolah panggung festival megah ini hanyalah halaman belakang rumah teman mereka sendiri (yang sebetulnya lebih mirip arisan bapak-bapak berisik daripada pertunjukan musik formal). Ada momen di mana gitaris mereka melakukan stage dive yang gagal karena penonton tak siap menangkap tubuhnya yang agak berisi itu. Haha. Kejadian-kejadian konyol seperti itulah yang membuat pertunjukan mereka selalu dinanti, tak peduli seberapa buruk mixing suara yang keluar dari sound system sore itu.

Menjelang tengah malam, saat penonton lain masih bersemangat menunggu encore dari penampil utama di panggung sebelah, saya memutuskan untuk pulang lebih cepat. Berjalan kaki menuju area parkir luar yang jaraknya hampir satu kilometer itu rasanya seperti siksaan fisik yang nyata. Pinggang saya rasanya mau copot, dan dompet saya pun terkuras habis hanya untuk membeli beberapa botol air mineral hangat seharga dua puluh ribu perak. Ya sudahlah, tak perlu mengeluh terlalu banyak. Setidaknya telinga saya masih sempat dimanjakan oleh distorsi yang jujur sebelum saya kembali ke rutinitas menulis yang membosankan ini. Semoga tahun depan lutut saya masih bisa diajak kompromi untuk liputan yang sama. Hehe.


Referensi & Sumber

  1. Synchronize Fest 2024 Lineup